Masjid Jami Nurul Huda Dorong Pemanfaatan Media Sosial untuk Dakwah, Pendidikan, Sosial dan Fundrising
Masjid Nuha – DKM Jami Nurul Huda mengadakan pelatihan dasar editing video dan pemanfaatan media sosial untuk media pendidikan, dakwah dan fundrising, Ahad 23 Agustus 2026. Pelatihan menghadirkan narasumber editor video Kabar Banten Lazuardi Gilang Gemilang.

Acara pelatihan diikuti puluhan peserta dipandu oleh Ketua Bidang Humas dan Multimedia H Arry Setiadi, dihadiri Ketua DKM Jami Nurul Huda, Maksuni Husen, Wakil Ketua Ust. Syaeful Ma’ruf dan Sekretaris Iman Widia Muslim.
Lazuardi dalam pemaparannya menjelaskan tentang pentingnya remaja dan pengurus memiliki kemampuan editing video singkat dalam rangka mempublikasikan kegiatan-kegiatan di masjid atau di masyarakat.
“Pengaruh media sosial sangat besar dan luas sehingga bisa dimanfaatkan mempublikasikan konten. Upayakan fokus pada tema tertentu, misalkan untuk masjid ya berkaitan kegiatan keagamaan, dakwah, sosial, pendidikan dan fundrising,” katanya.
Lazuardi menyampaikan fokus pada tema tertentu menjadi kunci agar konetan bisa dipromosikan di platform media sosial seperti Instagram, Tiktok, YouTube dan Facebook. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, Lazuardi juga membimbing peserta melakukan praktek langsung pengeditan video. Peserta pun antusias untuk mengikutinya.
Wakil Ketua DKM Jami Nurul Huda Syaeful Ma’ruf menyatakan pelatihan ini merupakan tahapan dalam rangka proses digitalisasi masjid yang sekarang sedang berjalan.
“Sesuai dengan program kerja tahun 2026 sudah dimulai program digitalisasi masjid,” katanya.
Pelatihan editing video ini dalam rangka membekali remaja dan pengurus untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan masjid dan mempublikasikan di media sosial.
“Kami sudah membuat website dan akun media sosial. Tinggal mengisi dengan konten-konten yang menarik, seperti kegiatan di masjid, ” tuturnya.
Dengan pemanfaatan media sosial ini diharapkan jangkauan publikasi kegiatan di masjid tidak terbatas di sekitar masjid tetapi lebih luas tanpa sekat wilayah. “Termasuk juga dimanfaatkan sebagai media fundrising,* ucap Syaeful.***
